Sejarah Ayam Aseel

Sejarah Ayam Aseel

Ayam Aseel adalah jenis ayam aduan yang begitu tua dari daerah INDIA/PAKISTAN serta sudah di besarkan disana sebagai ayam petarung selama beratus-ratus tahun. ” Asil ” datang dari bahasa Arab yang bermakna ” murni ” atau ” ras, serta dieja ‘Aseel’.

Sejarah Ayam Aseel

Ayam Aseel

Ayam Aseel ini memiliki sifat yang begitu agresif pada ayam lain. Di prediksikan trah Ayam Aseel ini sudah berkembang dan di budidayakan lebih kurang sepanjang 3.500 tahun yang lalu serta di jadikan sebagai ayam sabung di India bahkan telah di sebutkan dalam hukum India, agama serta dalam naskah pilsafat ” Manusriti “.

Catatan tentang Ayam Aseel ini dapat diketemukan disalah satu naskah tertua India yang bernama ” Dharmastrastra Manu, kitab classic yang menerangkan mengenai hukum, ketertiban serta norma yang terdaftar berumur 1. 500 Sebelum Masehi.

Mengenai bukti tertua mengenai aktivitas sabung ayam yang terorganisir (berdasar pada penemuan arkeologi) sudah diketemukan di lembah Indus (Pakistan lokasi India pada tahun 1947) .

Didalam kitab tersebut di tuliskan serta di terangkan tentang rutinitas serta kebudayaan mengenai mereka, yang terdaftar dalam kitab itu seperti langkah beternak ayam Asil sebagai ayam aduan sekalian sebagai ayam hias serta dipopuler oleh penguasa India (Kaisar Mughal & beberapa Nawabs negara di India).

Ayam Aseel di akui sebagai ayam aduan tertua yang pernah di ternakan oleh manusia, serta jenis Ayam aseel sendiri mempunya banyak macam serta tipe. Asil di kembangkan khususnya sebagai ayam aduan, serta segi perubahan mereka sudah mempunyai dampak kuat pada susunan berkembang biak, konstitusi, serta temperamen dan mempengaruhi perannya dalam pengembangan keturunan lebih modern.

Ayam Aseel dikenal juga mampu berpikir cerdas bagaimana menyerang, bertahan serta taktis dalam arena pertarungan jangka panjang/durasi pertarungan panjang. Di Indian serta Pakistan umumnya ayam aseel ini di tarungkan tanpa ada jeda serta mereka mampu bertarung loss jalu sepanjang 2 jam nonstop, hal semacam ini dipengaruhi oleh susunan tulang yang besar serta ketahanan badan yang kuat.

Aseel merupakan nenek moyang dari ayam laga yang ternama seperti Bangkok, Shamo, Saigon dan Birma. Dari penemuan benda arkeologi di Mohenjo Daro dan Harappa, diketahui bahwa ayam tersebut telah dipelihara oleh penduduk India sejak 5000 tahun SM.

Ayam Aseel memiliki postur tubuh yang tegap sebagaimana ayam laga pada umumnya. Kepala dan leher besar dengan pial berbentuk pea. Paruh tebal, kadang juga meruncing seperti paruh elang. Kaki memiliki pertulangan yang tebal dan kokoh.

Bulu keras, berminyak dan kaku. Ayam ini memiliki banyak sekali pola warna, postur dan varietas, diantaranya adalah: Kulang Asil, Madras Asil, Sindhi Asil, Reza Asil, Mianwali, Jawa Asil, Amroha dan Lasani Asil. Salah satu ciri ayam Aseel adalah agresifitas dan kecenderungannya untuk selalu berkelahi antar sesamanya.