Pakan Ayam Bangkok Aduan Paling Hemat

Pakan Ayam Bangkok Aduan Paling Hemat

Dalam dunia sabung ayam, memiliki jenis ayam bangkok aduan hingga saat ini sudah menjadi sebuah tren tersendiri bagi para bobotoh sabung ayam. Baik itu dijadikan sebagai hewan budidaya maupun diubah sebagai mesin tempur beringas di arena laga.

Meski demikian, tak jarang para bobotoh atau tepatnya para peternak usaha budidaya ayam aduan sering kali dilanda masalah dalam prosesnya. Baik itu dikarenakan sang ayam tidak produktif, tekena penyakit maupun dikarenakan masalah pakan.

Pakan Ayam Bangkok Aduan Paling Hemat

Ayam Bangkok Aduan Paling Hemat

Pakan merupakan kunci utama dalam menjalani usaha budidaya ayam aduan, dimana dari sinilah terbentuknya ayam bangkok aduan berkualitas tinggi. Bahkan tak jarang para bobotoh harus mengeluarkan biaya lebih hanya karena pakan sang ayam.

Cara ini sendiri terbilang ampuh dan tentunya tidak akan mengeluarkan biaya yang besar namun tetap bernutrisi. Dimana para bobotoh dapat melakukan selingan pakan bagi sang ayam.

Dan tentunya bahan-bahan yang diperlukan tetap berguna untuk asupan gizi ayam aduan nantinya. Sebut saja seperti umbi-umbian, ampas tahu, dedak, menir dan masih banyak lagi. Cara ini terbukti akan membuat para bobotoh irit hingga 50%.

Selain itu hal ini juga membuat para bobotoh tidak harus selalu memberikan pakan berupa jagung, beras merah dan gabah saja. Namun dapat diberikan sejumlah kombinasi pakan.

1. Pakan Ayam Bangkok Usia 0-3 Bulan

Untuk jenis ayam aduan yang baru saja lahir dapat diberikan pakan berupa voer atau konsetrat saja. Namun ketika memasuki usia satu bulan sudah dapat diberikan jenis pakan lainnya. Yakni seperti berikut:

  • Kombinasi Voer Dengan Nasi
    Para bobotoh cukup mencampurkan nasi putih dengan voer yang ada kemudian tambahkan sedikit air. Dan aduk hingga merata serta menggembang dan dapat diberikan langsung kepada sang ayam.
  • Kombinasi Voer Dengan Pakan Jenis Lain
    Selanjutnya juga dapat mencampur voer dengan jenis pakan lainnya seperti ampas tahu, dedak, menir jagung, tepung ikan dan lain-lain. Tentu cara satu ini dapat dipilih dikarenakan lebih membuat pengeluaran menjadi jauh lebih hemat.

Cara ini sendiri terbukti ampuh dan tentunya gizi pada sang ayam juga akan terjamin.

2. Pakan Lancuran Atau Induk Ayam Bangkok

Ayam yang memasuki usia di atas 4 bulan digolongkan sebagai jenis ayam lancuran. Dimana pada usia ini, pemberian pakan bernutrisi penting untuk diperhatikan. Dan berikut jenis pakan yang dapat diberikan untuk ayam lancuran maupun indukan.

  • Jenis Pakan Tanpa Diolah
    Hampir sama dengan cara di atas, bedanya bahan utama yang akan digunakan adalah jagung bukan voer. Yang nantinya akan dicampur dengan dedak, gabah, nasi, ubi atau bahan lainnya.
  • Jenis Pakan Olahan
    Dalam pembuatannya, bahan yang diperlukan adalah beras jagung atau beras putih. Yang kemudian di masak dengan bahan lainnya seperti ubi, tepung ikan dan juga dapat ditambah dengan sayuran. Pembuatannya sendiri dapat menggunakan kompor, tungku kayu maupun rice cooker.

3. Pakan Khusus Ayam Bangkok Aduan Dewasa

Ayam aduan dikatakan dewasa apabila sudah memasuki usia 7 bulan ke atas dan sudah bisa berkokok. Dimana perawatan yang diberikan akan lebih intensif agar kualitasnya terjaga.

Biasanya pakan yang dapat diberikan untuk jenis ayam aduan dewasa dapat berupa jagung, beras merah dan gabah. Namun kini para bobotoh dapat melakukan kombinasi dengan pakan jenis lainnya.

Faktanya, racikan pakan untuk ayam lancuran di atas tadi dapat menjadi salah satu caranya. Namun dengan porsi setengah saja, contoh saat pagi hari diberikan setengah dan pada sore harinya dapat kembali diberikan jagung dan beras merah.

Hal ini akan membuat berat badan sang ayam tetap ideal dan pertumbuhan otot yang semakin cepat. Dan perlu diketahui apabila ayam aduan hanya diberikan jagung saja maka pada saat proses perawatan seperti mandi, menjemur dan latihan dapat membuat ayam menjadi kehilangan berat badannya.

Proses Pemberian Pakan Yang Benar

Pada dasarnya, proses pemberian pakan pada sang tidak dapat dilakukan dengan sembarang melainkan harus memperhatikan waktunya juga. Proses pemberian pakan yang baik adalah pada saat pagi serta menjelang sore hari. Dimana untuk pagi hari porsi yang diberikan secukupnya saja dan menjelang sore dapat diberikan sedikit lebih banyak.

Tentunya dengan pengeluaran biaya yang lebih sedikit akan lebih menguntungkan bagi para bobotoh. Dan tentunya gizi serta nutrisi yang ada selalu terjaga.