Ketahui 10 Kesalahan Perawatan Ayam Bangkok

Ketahui 10 Kesalahan Perawatan Ayam Bangkok

Memberikan perawatan pada ayam bangkok aduan merupakan salah satu tugas yang dapat terbilang gampang-gampang susah. Maka dari itu memiliki pengetahuan dalam perawatannya tentu harus dimiliki oleh para bobotoh agar tidak sampai melakukan kesalahan yang bisa saja berakibat fatal terhadap ayam dan merugikan diri para botoh itu sendiri.

Pasalnya sedikit saja kesalahan yang dilakukan dapat langsung menimbulkan kerugian baik materi maupun non materi. Alhasil keinginan dalam mendapatkan ayam jawara harus bias hanya dikarenakan melakukan kesalahan saat merawat ayam. Maka dari itu, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan mengenai apa saja kesalahan perawatan ayam bangkok yang patut dihindari.

Berikut Kesalahan Perawatan Ayam Bangkok Yang Patut Dihindari

Perawatan Ayam Bangkok Yang Patut Dihindari

1. Memandikan Ayam Dengan Air Hangat

Beberapa bobotoh sering kali beranggapan bahwa memandikan ayam menggunakan air hangat merupakan cara yang tepat. Sayangnya tidak semua pemandian ayam bangkok dengan menggunakan air hangat itu benar. Dalam memberikan perawatan harian pada sang ayam, memandikan sang ayam menggunakan air hangat sebenarnya memberikan efek yang terbilang cukup tidak bagus. Pasalnya hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan pertumbuhan bulunya.

Namun berbeda lagi apabila hal ini dilakukan untuk membersihkan luka, mengobati kurap serta untuk melemaskan otot sang ayam usai ditarungkan. Maka pilihan untuk memandikan menggunakan air hangat di sah-sahkan saja.

2. Memandikan Ayam Ketika Belum Cukup Umur

Bagi para bobotoh yang masih belum memiliki pengalaman sering kali mengambil tindakan tanpa dipertimbangkan lebih dulu. Terlebih ketika memberikan perawatan kepada ayam aduan yang masih sangat muda. Sering kali para bobotoh memandikan ayam aduan yang masih belum cukup umur. Hal ini dilakukan agar otot pada sang ayam dapat cepat keras.

Sebaliknya, pemandian pada ayam bangkok yang masih muda baru dapat dilakukan apabila sang ayam sudah melewati masa pertumbuhan bulu. Faktanya, ayam muda tidak perlu dimandikan, cukup diberikan pakan dan gizi yang seimbang karena ayam masih dalam tahap pertumbuhan.

3. Kesalahan Menjemur Ayam Secara Berlebihan

Umumnya, menjemur ayam aduan dibawah sinar matahari sangat bermanfaat untuk memperpanjang nafas atau stamina ayam. Sayangnya sering kali para bobotoh salah menafsirkan dalam melakukan proses penjemuran ini. Salah satunya seperti menjemur sang ayam dalam durasi waktu yang berlebihan.

Pasalnya melakukan proses penjemuran yang terlalu lama dapat memberikan efek negative secara langsung kepada sang ayam. Dalam prosesnya penjemuran hanya membutuhkan waktu 3-4 jam saja saat pagi hari, yakni pada pukul 8.00 hingga pukul 11.00 setelah itu ayam bisa dimasukan kandang atau diumbar bebas.

4. Kesalahan Melakukan Latihan Fisik

Memberikan latihan fisik kepada sang ayam tentunya memberikan banyak manfaat. Yakni seperti membuat otot, stamina dan pukulan ayam aduan menjadi lebih bagus. Namun perlu diperhatikan memberikan pola latihan kepada ayam secara asal dapat berdampak buruk terhadap ayam itu sendiri.

Oleh karena itu, anda dapat memberikan sejumlah latihan yang dapat dikatakan cukup aman serta tetap memberikan banyak manfaat bagi ayam aduan. Salah satunya adalah dengan memberikan latihan kliter setiap hari dengan waktu 15-20 menit.

5. Melatih Ayam Dengan Mengangkat dan Melemparnya ke Udara

Latihan satu ini dapat terbilang cukup tidak aman serta berbahaya. Bahkan peluang terjadinya cedera juga terbilang tinggi. Latihan yang diberikan dengan mengangkat sang ayam hingga satu meter atau lebih kemudian ayam dilemparkan supaya terbang. Hal ini dilakukan untuk melatih otot kaki dan otot sayap ayam. Faktanya, pemberian latihan pada dasarnya tidak perlu dilakukan karena dapat menyebabkan ayam menjadi keseleo karena jatuh dari ketinggian.

Kesalahan Perawatan Ayam Bangkok

6. Mengangkat Ayam Dengan Memegang Bulu Ekor Pada Ayam

Pada dasarnya, bagian bulu ekor pada ayam merupakan salah satu bagian tubuh yang dianggap sangat vital. Banyak bobotoh yang memberikan latihan pada sang ayam dengan cara memegang bulu ekor dan kemudian mengangkat ayam. Faktanya pilihan ini bukanlah cara yang tepat.

Pasalnya, bagian ekor ayam terdapat bagian yang biasa disebut dengan minyak2 atau peli ayam yang sangat sensitif dan apabila pecah bisa saja ayam sakit bahkan mati.

7. Usia Ayam yang Belum Siap Abar Masih Tetap Diabar

Tujuan memberikan latihan abar pada sang ayam adalah untuk melatih sang ayam agar menjadi lebih kuat. Namun sebaiknya melakukan percobaan abar dilakukan ketika sang ayam sudah berusia tujuh bulan ke atas dengan ciri pertumbuhan bulu pada ayam sudah selesai. Maka dari itu, jangan sekali-kali melakukan latihan abar kepada ayam yang masih sangat muda. Dikarenakan dapat membuat sang ayam menjadi cedera. Maka dari itu simak.

8. Memilih Lawan Saat Abar

Dalam melakukan laga tarung, memilih lawan yang akan ditarungkan merupakan tugas utama sebelum sang ayam diturunkan. Lebih baik memilih lawan dengan kekuatan yang seimbang serta memiliki umur yang tidak selisih jauh. Hal ini agar sang ayam terhindar dari cedera serta sejumlah penyakit. Yakni seperti turun urat, sakit kuning, leres (turun mental) dan sebagainya.

10 Kesalahan Perawatan Ayam Bangkok

9. Kurangnya Perawatan Setelah Ayam Selesai Latihan Abar

Memberikan perawatang pada sang ayam usai ditarung merupakan hal yang patut dilakukan. Maka dari itu sebagai seorang botoh anda dituntut selalu teliti dan bisa menjaga kebersihan ayam terutama setelah ayam selesai diabar.

Selain itu membersihkan serta merawat luka pada sang ayam juga penting dilakukan agar sang ayam tidak terinfeksi kuman seperti penyakit bubul, kurap dan ngorok.

10. Kesalahan Saat Melagakan Ayam

Melagakan sang ayam ke dalam arena tidak dapat dilakukan dengan sembarang. Sebaliknya terdapat beberapa hal yang patut untuk dihindari guna menjauhkan sang ayam dari kesalahan fatal. Maka dari itu selalu perhatikan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melagakan sang ayam :

  • Membawa ayam yang belum siap ke arena dan mengadunya
  • Memasang taruhan yang berlebihan dengan ambisi menang
  • Terlalu percaya diri dan yakin bahwa ayam kita akan menang
  • Tidak selektif ketika memilih lawan atau gandeng
  • Salah dalam melakukan perawatan ayam setelah laga.