8 Jenis Katuranggan Ayam Bangkok

8 Jenis Katuranggan Ayam Bangkok

Dalam dunia sabung ayam, katuranggan sering kali dianggap sebagai sebuah karakter ciri khusus yang dimiliki oleh jenis ayam bangkok. Para bobotoh percaya bahwa jenis ayam bangkok yang memiliki ciri fisik khusus atau katuranggan memiliki keunikan dan keunggulan dalam melakukan laga tanding.

8 Jenis Katuranggan Ayam Bangkok

Katuranggan Ayam Bangkok

Faktanya, ilmu katuranggan sendiri sudah ada sejak zaman dulu. Hal inipin diwariskan oleh para bobotoh secara turun-temurun kepada anak cucunya agar dapat menilai kualitas jenis ayam bangkok aduan dengan cara melihat dari ciri fisik ayam.

Pada dasarnya jenis katuranggan ayam bangkok biasa dijadikan sebagai ciri-ciri ayam bangkok berkualitas dapat dinilai dari kepala, kulit muka, jengger, struktur tulang leher, tulang dada, bentuk badan, bentuk paha, kaki, dan ekornya.

Berikut Jenis Katuranggan Ayam Bangkok Jawara Dunia Sabung Ayam

1. Bentuk Kepala

Pada dasarnya ciri-ciri ayam bangkok jawara memiliki bentuk kepala yang kecil layaknya buah pinang. Hal ini menandakan bahwa jenis ayam bangkok tersebut memiliki kecerdikan serta kecerdasan dalam bertarung. Sebaliknya, apabila jenis ayam bangkok tersebut memiliki kepala yang lebih besar maka dapat dikatakan bahwa ayam tersebut bodoh dan tidak memiliki kegesitan di dalam arena.

2. Struktur Kulit Muka

Umunya struktur kulit muka juga dapat dijadikan sebagai ciri khas pada ayam bangkok juara. Ciri-ciri ayam bangkok yang memiliki kulit muka yang tebal dan banyak berkerut dapat dikategorikan sebagai jenis ayam bangkok jawara. Pasalnya hal ini menandakan bahwa sang ayam memiliki gaya bertarung yang tenang dan tahan terhadap pukulan-pukulan lawan. Sebaliknya, usahakan untuk tidak memilih jenis ayam bangkok yang memiliki truktur kulit muka yang tipis karena biasanya rentan KO jika terkena pukulan bertubi-tubi.

3. Bentuk Jengger

Faktanya ciri-ciri ayam bangkok dengan jengger yang besar dipercaya memiliki gaya bertarung yang tenang. Sebaliknya, ayam bangkok aduan dengan jenger yang kecil menandakan bahwa sang ayam memiliki teknik bertarung yang gesit. Pada dasarnya dua ciri ayam bangkok tersebut sama sama memiliki kelebihan tersendiri. Namun untuk ayam dengan jengger kecil biasanya lebih gesit memainkan kepalanya.

Umumnya bentuk jengger yang paling populer dalam arena laga adalah jengger wilah, jengger belangkon, jengger bunga mawar dan lain-lain. Dimana pada setiap jengger memiliki kelebihan dan kekurangan satu sama lain.

4. Struktur Tulang Leher

Ciri ayam bangkok dengan struktur tulang leher yang kecil tapi rapat membuat sang ayam memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya adalah memudahkan ayam dalam melakukan teknik kunci saat ngalung. Selain itu sang ayam juga akan lebih bebas dalam menggerakan kepalanya jika ia memiliki struktur tulang leher seperti itu. Makan tidak heran apabila pergerakan kepala ayam aduan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemenangan sang ayam dalam arena laga.

5. Bentuk Badan

Ayam bangkok dengan bentuk badan yang ideal juga merupakan salah satu penetu dalam mempengaruhi gaya bertarung ayam aduan dalam arena laga. Ayam bangkok dengan bentuk tubuh yang tegap dengan posisi 45 derajat biasanya akan lebih sering bermain atas dimana hal tersebut memudahkannya dalam memukul sang lawan.

6. Tulang Dada

Pada jenis ayam bangkok umumnya memiliki dua tipe tulang dada yakni tulang dada panjang dan tulang pendek. Pada tulang dada panjang dipercaya memiliki daya tahan terhadap pukulan lawan lebih kuat, pukulan yang keras. Namun sayangnya ayam dengan tipe tulang dada panjang tidak memiliki kelihaian dalam memukul lawan.

Sebaliknya dengan ayam tulang dada pendek menandakan bahwa sang ayam memiliki pukulan yang baik, akurat dan kuat, tapi kurang kuat menerima pukulan dari lawan.

7. Bentuk Paha

Jenis ayam bangkok dengan jarak kedua pahanya sama dengan telapak tangan dinilai memiliki pukulan keras. Sebaliknya apabila jarak paha yang dimiliki terlalu lebar pada dasarnya sulit dalam memanfaatkan jalunya ketika menyerang. Jarak paha yang sempit ditambah dengan bentuk paha seperti paha belalang semakin menandakan ciri ayam jawara. Pasalnya hal ini mencirikan bahwa sang ayam memiliki konsistensi pukulan yang keras selama menjalani laga durasi panjang.

Selian itu memiliki bentuk kaki juga dapat dijadikan dalam menilain ayam bangkok kaki pembunuh seperti

8. Bentuk Mata

Katuranggan pada mata ayam bangkok dapat dikatakan jawara apabila memiliki keserasian warna mata dengan warna kaki dan paruh. Para bobotoh percaya bahwa ayam dikatakan bagus apabila memiliki warna yang nyambung, yaitu antara warna kaki, paruh dan mata memiliki kesamaan.

Selain itu kornea mata yang jernih dan tatapan mata yang tajam menandakan sang ayam memiliki gerakan reflek yang lebih efektif.

Selain jenis katuranggan yang dijelaskan diatas masih terdapat beberapa katurangan lain yang dapat dijadikan dalam menilai kualitas pada sang ayam. Katurangan jalu dapat juga dijadikan pertimbangan memilih ayam dan jalu ayam memiliki banyak macam.

Selain itu katuranggan yang dapat dijadikan dalam menentukan kualitas sang ayam adalah