5 Penyakit Mematikan Ayam Bangkok

5 Penyakit Mematikan Ayam Bangkok

Dalam dunia sabung ayam tepatnya sebagai bobotoh sabung ayam yang tengah menjalankan usaha budidaya ayam bangkok tentu sering kali mengalami masalah. Salah satunya yang paling sering adalah mengenai masalah penyakit yang sering kali melanda ayam bangkok aduan yang anda miliki.

5 Penyakit Mematikan Ayam Bangkok

Selain itu, jenis ayam bangkok aduan yang terkena penyakit tentunya juga akan menghambat serta merugikan usaha para bobotoh. Maka dari itu tidak heran apabila penyakit ayam bangkok merupakan salah satu musuh terbesar bagi para peternak. Meski demikian, hal ini sekaligus menjadi sebuah tantangan dan resiko yang harus diambil oleh para bobotoh pada umumnya.

Pada dasarnya, untuk para bobotoh sabung ayam yang sudah berpengalaman, menangani berbagai jenis penyakit yang di alami ayam bangkok tentunya bukan menjadi masalah yang cukup besar. Pasalnya mereka sudah pernah mengalami serta mengetahui seluk beluk dalam proses penyembuhannya. Namun bagaimana apabila hal ini terjadi kepada bobotoh sabung ayam yang baru saja berkecimpung dalam usaha satu ini.

Maka dari itu, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan kepada kalian para bobotoh untuk mengenali jenis penyakit mematikan ayam bangkok serta cara mengatasinya yang baik dan benar. Dimana hal ini kami beritahukan dengan harapan agar para bobotoh sabung ayam tidak kebingungan ketika jenis ayam bangkok aduan mengalami kejadian seperti ini.

Berikut Penyakit Mematikan Ayam Bangkok Beserta Gejalan dan Cara Mengatasinya

1. Flu Burung

Penyakit flu burung merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah terkenal akan tingkat bahayanya apabila sudah menyerang ayam bangkok aduan. Pasalnya hingga saat ini secara medis, pengobatan jenis penyakit satu ini hingga sekarang masih belum ditemukan. Flu burung sendiri muncul dikarenakan virus H5N1 sehingga membuat kematian ayam akan berlangsung semakin cepat.

Selain itu, flu burung juga termasuk ke dalam jenis penyakit yang mudah menular. Dimana penularannya dapat melalui udara maupun kotoran. Jenis ayam bangkok yang sudah terkena penyakit ini dapat dikenali dengan jenggernya yang berwarna ungu seperti lebam, pada bagian mata dan hidung akan mengeluarkan cairan. Dan kematian ayam bangkok secara mendadak.

Dikarenakan hingga saat ini, obat dari penyakit flu burung belum ditemukan. Maka ada baiknya sebagai bobotoh melakukan pencegahan guna tidak menimbulkan munculnya penyakit satu ini.

  • Selalu waspadai jika gejala ini sudah muncil didaerah lingkungan ayam bangkok
  • Untuk ayam bangkok yang sudah terjangkit segera singkirkan serta musnahkan
  • Wajib rutin dalam menjaga kebersihan kandang
  • Jauhkan kandang ayam bangkok dari daerah ayam potong
  • Ada baiknya kandang ayam bangkok dibuat lebih aman dari jangkauan unggas lain

2. Penyakit Tetelo

Penyakit ini  merupakan penyakit kedua yang paling menyeramkan setelah penyakit flu burung.Pada dasarnya penyakit ini menyerang semua jenis ayam baik yang masih berusia anakan, muda maupun yang sudah dewasa. Pasalnya dari 90 sampai 100%, ayam bangkok yang terkena virus ini kebanyakan akan berakhir dengan kematian. Dimana angka kematian yang muncul sangat tinggi

Gejala Penyakit Tetelo

  • Nafsu makan ayam menurun secara drastis
  • Ayam menjadi tidak bertenaga dan lesu
  • Pada bagian hidung dan mata akan mengeluarkan cairan
  • Paruh serta tenggorokan ayam bangkok akan mengalami pembengkakan
  • Jika tidak diobati maka dapat menyebabkan kematian pada sang ayam

Cara Mengatasi

  • Lakukan tindakan pencegahan dengan memberikan vaksin berupa vaksin NCD secara rutin meski ayam tidak mengidap penyakit tetelo.
  • Anda juga dapat melakukannya dengan bantuan bahan alami, yakni melalui perasan air daun pepaya

3. Penyakit Bronkitis

Selanjutnya adalah Penyakit Bronkitis ayng tidak kalah berbahayanya juga. Bronkitis sendiri timbul dikarenakan adanya virus yang menginfeksi saluran pernafasan pada ayam. Serta masuk ke dalam jenis penyakit yang mudah menular. Penyakit Bronkitis juga termasuk ke dalam penyakit yang cukup berbahaya dan memberikan kerugian yang besar. Biasanya penyakit ini sering kali menyerang ayam yang masih muda. Dimana tentunya ini akan menghambat pertumbuhan serta menurunkan tingkat produktivitas pada ayam bangkok aduan.

Jenis ayam bangkok yang sudah terkena penyakit ini umumnya akan terlihat yakni seperti ayam bangkok yang akan mengalami sesak nafas, mata yang sering berair, nafsu makan yang menurun sehingga membuat ayam semakin mengurus. Untuk penularan penyakit ini biasanya melalui media udara, sehingga mudah untuk menyebar dan menyerang secara cepat.

Cara Mengatasi Penyakit Bronkitis

  • Wajib rutin dalam menjaga kebersihan kandang
  • Ayam bangkok aduan juga perlu diberikan vaksin agar terhindar dari Penyakit Bronkitis dan jenis penyakit lainnya
  • Untuk jenis ayam bangkok yang sudah terkena segera disingkirkan kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar

Jenis Penyakit Mematikan Ayam Bangkok

4. Penyakit Snot

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya di kalangan para bobotoh sabung ayam. Selain itu hal ini juga tidak boleh dibiarkan melainkan segera lakukan penanganan khusus. Dikarenakan apabila dibiarkan maka dapar menimbulkan kerugian secara besar-besaran.

Penyakit snot sendiri muncul dikarenakan serangan dari bakteri Haemophillus Gallinarum. Snot juga termasuk ke dalam penyakit yang mudah menular.

Gejala Penyakit Snot

  • Ayam bangkok akan mengalami flu yang ditandai dengan keluarnya cairan pada hidungnya
  • Lendir pada ayam bangkok beraroma busuk dan menyengat
  • Ayam akan mengalami gangguan pada sistem pernafasannya
  • Nafsu makan yang menurun

Cara Mengatasi

  • Sulfamerasin
  • Antibiotik Imequil
  • Stop snot plus
  • Anti Snot
  • Dan bahan-bahan herbal seperti kunyit jahe dan kencur

5. Penyakit Ngorok

Penyakit ngorok sendiri merupakan salah satu penyakit yang sering kali muncul dikarenakan adanya inveksi bakteri pada sistem pernafasan ayam kesayangan kita. Dimana penyakit satu ini dapat memberikan efek buruk. Seperti salah satunya adalah menyebabkan ketangguhan ayam aduan menjadi menurun.

Untuk pengobatannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah bahan-bahan herbal yang sudah kami bahas dalam